-->
Home » » Benarkah Seseorang Bisa Menerawang Masa Depan?

Benarkah Seseorang Bisa Menerawang Masa Depan?

Menurut riwayat yang sering kita dengar dan bisa juga kita baca dari berbagai sumber, bahwa sebelum Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia, iblis masih bisa mendengar pembicaraan para malaikat di langit ke tujuh. Informasi yang didapat iblis dari kegiatan "nguping" tersebut kemudian disampaikannya kepada para peramal. Sehingga para peramal waktu itu bisa menebak kejadian pada masa yang akan datang dengan lebih akurat.
Namun setelah Nabi Muhammad SAW lahir, area langit ke tujuh telah terlindungi oleh sinar ultraviolet. Iblis tidak bisa lagi mendekat ke area itu. Jika iblis tetap ngotot ingin mendekat ke area itu iblis akan tersambar oleh sinar dengan kekuatan jutaan volt itu. Banyak juga riwayat yang menyatakan bahwa iblis akan tersambar oleh bola-bola api. Iblis akan terbakar. 
Benarkah Seseorang Bisa Menerawang Masa Depan?
Sejak itu iblis tak berani lagi mendekat melakukan kegiatan "nguping". Tidak ada lagi informasi yang bisa diberikan kepada para peramal. Sehingga peramal hanya bisa menbak-tebak tentang masa depan. Seandainya tebakannya benar, itu hanya karena kebetulan belaka. 
Kegiatan menerka-terka itu bisa kita lihat saat ini sering dilakukan oleh peramal horoskop (ramalan bintang zodiak), pembaca rajah tangan, dan peramal kartu tarot. Jika mereka benar, itu hanya kebetulan belaka. Anda dan sayapun bisa melakukannya asal sering berlatih.
Memang, Allah SWT bisa saja memberi tahu tentang hal-hal, kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang kepada orang-orang tertentu yang dikehendaki-Nya. Pemberitahuan itu bisa melalui mimpi (wangsit), gejala alam, dan tingkah laku hewan. Manusia pun bisa mengetahui peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang melalui kajian scientical. Misalnya, jika banyak hutan yang ditebang maka kemungkinan besar akan menimbulkan banjir pada masa yang akan datang. Jika tidak menjaga kesehatan maka kemungkinan besar akan menderita sakit. Karena, peristiwa-peristiwa itu masih memiliki hubungan sebab-akibat. Rajin belajar-pintar, rajin bekerja-sukses, hemat-kaya, rajin berlatih-ahli.
Namun, bisakah manusia meramal tentang jodoh, rezeki, kematian, nikmat kubur, siksa kubur, kiamat, surga, dan neraka? 
Nampaknya hal ini tetap menjadi rahasia illahi. Tak banyak orang yang tahu. Tapi bukan tak ada yang tahu. Seperti yang penulis katakan tadi, Allah SWT kuasa untuk memberitahu orang-orang tertentu yang dikehendaki-Nya. 
Pada saat ini,  kemampuan orang yang bisa melihat peristiwa masa depan atau sesuatu yang belum terjadi sering disebut dengan istilah Extrasensory Perception (ESP). Banyak orang yang mempercayainya tapi banyak pula yang menyangkalnya, menganggapnya hanya sebagai hiburan semata. 
Tapi penelitian psikologi dalam skala besar menemukan hasil bahwa orang yang bisa melihat masa depan (extrasensory perception/ESP) adalah nyata.
ESP adalah indra khusus diluar penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa. Tidak seperti indra biasa lainnya, ESP memiliki jangkauan yang hampir tidak terbatas dan terutama dialami oleh pikiran dibanding sensasi tubuh.
Hasil ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Cornell. Studi ini dilakukan lebih dari satu dekade dengan melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa. Partisipan diminta untuk menebak gambar di balik tirai yang menyembunyikan suatu foto.
Istilah ESP ini diciptakan pada tahun 1934 oleh profesor JB Rhine dari Duke University, ia merupakan ilmuwan pertama yang melakukan penelitian mengenai paranormal di laboratorium universitas.
Para ahli memiliki teori, mendefinisikan ESP adalah energi yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Biasanya energi ini berbentuk gelombang elektromagnetik seperti cahaya, radio dan energi X-ray.
Seperti dilansir Howstuffworks, kemampuan ESP ini merupakan gabungan dari berbagai kemampuan yang berkenaan dengan indra atau fenomena lainnya. 
Namun, semua studi itu belumlah memberikan hasil yang valid. Lagi-lagi seperti yang yang penulis katakan pada awal tadi hanyalah sebuah kebenaran yang kebetulan, kejadian scientical yang saling relevan dengan hubungan sebab-akibat. Jika begini maka pasti akan begitu. Peristiwa yang akan terjadi bisa ditebak dengan mengkaji latar belakang, pengalaman, fenomena alam, dan tingkah laku hewan.  Photo yang ditebak oleh partisipan dibalik tirai hanyalah rekaman pengalaman-pengalaman partisipan pada masa lalu. 
Jika si partisipan belum pernah melihat seekor komodo, bahkan dia pun tak bisa membayangkan di dalam kepalanya tentang seekor komodo? Apakah dia akan menebak photo yang ada di balik tirai itu adalah photo seekor komodo? Padahal photo yang ada di balik tirai itu memang photo seekor komodo.
Bisa ditebak bahwa jawaban si partisipan kemungkinan besar, hampir 100%, tidak akan menjawab photo komodo. Karena dia tidak memiliki pengalaman melihat seekor komodo. Bahkan, untuk membayangkannya pun dia tak mampu. 
Oleh karena itulah kajian-kajian yang dilakukan oleh ilmuwan tentang ramalan masa depan selalu saja terbentur pada pengujian yang tidak empiris. Persis seperti apa yang dikatakan Allah SWT bahwa maut, rezeki, dan jodoh itu tetaplah menjadi rahasia Allah SWT. Manusia bisa membuat kajian namun kenyataan yang pasti tetaplah Dia yang menentukan. Wallahu'alam bissawab.

0 comment:

Posting Komentar

Back To Top