Misteri Kuntilanak


Mitos selalu banyang banyang kelam masyarakat indonesia yang mempercayainya. Salah satu mitos yang paling terkenal di kenusantaran Indonesia adalah misteri hantu kuntilanak. Banyak sudah cerita tentang sosokhantu mengerikan ini.
Orang-orang awam sering menggambarkan kuntilanak adalah sosok hantu perempuan bergaun putih dengan tawa yang menyeramkan. Cerita-cerita dibalik hantu itu pun banyak versi. Ada yang bilang bahwa kuntilanak adalah ruh penasaran dari seorang perempuan yang mati bunuh diri.
Namun, benarkah ada ruh yang penasaran? Sehingga dia tidak bisa kembali kepada-Nya malah tersesat di alam dunia.
Sesungguhnya pemikiran semacam itu adalah pemikiran paling bodoh yang pernah ada. Ruh itu adalah bagian dari nafas tuhan yang Dia tiupkan ke dalam rahim perempuan hamil ketika kandungannya berusia empat bulan sepuluh hari. Ruh adalah dzat yang suci bagian dari tuhan itu sendiri.
Jadi, tidak mungkin jika ada orang mati ruhnya gentayangan di alam dunia. Orang yang telah mati, ruhnya hanya Tuhan yang tahu di mana ruh itu disemayamkan. Di alam kubur atau alam barzah? Hanya tuhan yang tahu kemungkinan itu. Manusia tidak diberi pengetahuaun sedikit pun tentang ilmu ruh oleh Allah SWT.
Lalu, bagaimana dengan penampakan kuntilanak yang sering meneror masyarakat bodoh di nusantara. Itu semua adalah ulah dan rekayasa setan yang menyaru sebagai jin kafir yang ingin mengganggu ketentraman hidup manusia.
Saya tidak bermaksud berprasangka buruk terhadap kaum jin, hanya saja kuntilanak adalah bagian dari jenis mereka. Kuntilanak bukanlah ruh perempuan yang mati penasaran melainkan mereka adalah nama jin dari jenis ras tertentu.
Namun sayangnya, masyarakat kampung di iIndonesia, seringkali beranggapan bahwa kuntilanak itu adalah ruh perempuan yang mati penasaran. Jika ada perempuan hamil yang mati, baik disengaja atau tidak, kadang kala ada ritual tertentu yang diterapkan pada jenazah perempuan hamil tersebut.

Jenazah tersebut ditusuk ubun-ubunnya dengan jarum pentul yang sudah diberi doa-doa dan dalam liang lahatnya diberikan kain-kain perca jarum dan benang. Konon kabarnya perlakukan ini diberikan agar ruh perempuan itu tidak gentayangan dan menjadi kuntilanak. Bukankan ini sebuah pemikiran yang paling bodoh yang pernah ada.
Sebuah Prilaku Jahiliah dan Musyrik
Namun, ritual-ritual semacam ini kadang kala masih dipertahankan dan dianggap sebagai tradisiyang wariskan nenek moyang. Inilah pemikiran masyarakat kita yang dibesarkan dengan dongeng dan mitos yang percaya pada hal-hal di luar nalar manusia, bahkan di luar nalar agama.
Berbicara tentang kuntilanak sebagai jin. Tentu saja kuntilanak itu ada banyak macamnya, karena yang namanya jin itu dapat menyaru menjadi apa saja sesuai dengan keinginannya. Di pulau Jawadi daerah Jawa Tengah, Kuntilanak tidak digambarkan sebagai hantu perempuan yang selalu menggangu orang.
Namun, kuntilanak digambarkan sebagai sosok hantu dengan kaki kuda, berekor kuda, namun mempunyai tangan dan tubuh manusia. Rambutnya terurai panjang berwarna putih, giginya berantakan seperti gigi hiu dan mereka tidak bisa berdiri tegak, kebanyakan dari mereka bergerak dengan cara melata, baik di lantai, di dinding, atau pun di atas pohon.
Mereka bukan hantu perempuan, namun jenis jin dengan bentuk semacam itu. Mereka pun bisa dipelihara seperti binatang peliharaan. Biasaya yang memelihara kuntilanak maka semua urusanbisnisduniawi akan berjalan dengan mudah dan lancar.
Ada lagi gambaran kuntilanak yang beredar di Jawa Barat, kuntilanak di Jawa Barat digambarkan dengan sosok hantu perempuan bergaun putih. Hantu itu ini bisa ditangkap dan dinikahi jika ada yang berani.
Kita tinggal menancapkan paku yang sudah diberi mantra di ubun-ubun kuntilanak tersebut. Maka konon kabarnya kuntilanak itu akan berubah menjadi perempuan cantik dan bisa kita kawini. Jika kita mengawini kuntilanak maka segala urusan duniawi akan berjalan lancar.
Lain lagi cerita di Pontianak. Pontianak, menurut kabar mistis, diambil dari asal muasal kota terbebut, yaitu sarang kuntilanak. Dahulu kala, konon kabarnya semua jenis dari kuntilanak bersarang di pontianak ketika masih dalam keadaan hutan lebat dan rawa.
Namun, ada seorang pahlawan yang mengobrak-abrik sarang tersebut sehingga semua kuntilanak yang di sana kocar-kacir melahirkan diri ke berbagai pulau di Indonesia dan membentuk koloni baru. Jadi, jika ingin tahu asal-usul kuntilanak silakan mengadakan riset di Pontianak data yang didapat akan lebih akurat.



 Berikut adalah lagu untuk memanggil arwah kuntilanak (mitos) :Silahkan nyanyikan : (pada saat jam 00.00)

” Lingsir wengi sliramu tumeking sirno…
Ojo tangi nggonmu guling…Awas jo ngetoro…
Aku lagi bang wingo wingo…
jin setan kang tak utusi…jin setan kang tak utusi…
dadyo sebarang…waja lelayu sebet… “

Artinya :
Menjelang malam dirimu(bayangmu) mulai sirna
jangan terbangun dari tidurmu
Awas jangan terlihat (memperlihatkan diri)..
Aku sedang gelisah…
Jin setan ku perintahkan…. Jin setan ku perintahkan..
Jadilah apapun juga …
namun jangan membuat maut(celaka)..

Previous
« Prev Post

Related Posts

1 comments: